Kamis, 07 September 2017

Menikmati Indahnya Pantai Balekembang, Tanah Lot ala Malang


Pura Amerta Jati, Tanah Lot ala Malang

Dengan pemandangan sebuah pura di atas pulau karang, orang mungkin mengira tempat ini adalah Tanah Lot Bali. Bukan, ini adalah Pantai Balekembang terletak di Kabupaten Malang - Jawa Timur. Pantai Balekembang salah satu pantai nan indah yang ada di Malang, Pantai Balekembang tidak hanya mapu menarik wisatawan lokal tetapi juga mampu menarik wisatawan mancanegara. Keindahan pantai Balekembang sungguh sangat luar biasa, dengan adanya pura di Pantai Belekembang membuat keunikan tersendiri dan karna keunikannya tersebut pantai ini kerap di sebut dengan " Tanah Lot " ala Malang.

Pantai Balekembang menjadi salah satu tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, setiap hari libur tiba. Keindahan pantai ini membuat para wisatawan tidak merasa kecewa dan karna keindahannya ini pula membuat para wisatawan ingin kembali mengunjungi pantai nan indah ini.

Ada 3 pulau berjajar yang begitu memukau di Pantai Balekembang dan memiliki nama yaitu Pulau Ismoyo, Pulau Wisanggeni, dan Pulau Anoman. Di Pulau Ismoyo terdapat pura dan nama pura tersebut adalah Pura Amerta Jati, jangan khawatir untuk menuju pura disediakan jembatan sepanjang 100 meter dari bibir pantai. Tetapi jika anda ingin mengunjungi pura ini, maka anda harus mematuhi peraturan yang berlaku di Pura Amerta Jati untuk menghormati tempat tersebut.

Tidak hanya menjadi tempat wisata alam, pada waktu - waktu tertentu Pantai Balekembang juga menjadi tempat wisata religi. Misalnya pada tanggal 1 Sya'ban, banyak sekali para wisatawan yang berkunjung untuk melakukan ziarah ke makam Syaikh Abdul Jalil, beliau merupakan tokoh yang pertama kali membabat alas Pantai Balekembang, selain itu umat Hindu yang tinggal di sekitar Pantai Balekembang juga menggunakannya sebagai tempat ibadah utama pada saat Hari Raya Nyepi. 

Terletak sekitar 67 km dari Pusat Kota Malang, tepatnya terletak di Desa Srigonco Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang - Jawa Timur. Dengan biaya masuk yang tidak terlalu mahal, anda hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp. 15.000, anda sudah bisa menikmati pantai nan indah ini. Tempat ini cocok sekali bagi anda yang ingin melepas kepenatan karna aktivitas anda sehari - hari dan anda tidak perlu khawatir mencari penginapan, karna di tempat ini terdapat penginapan Bamboo dengan biaya sekitar Rp. 200.000/hari. 

Kamis, 30 Maret 2017

Eksotisme Watu Giring : Penyatuan Karya Manusia dan Alam nan Eksotis



Dengan wilayah yang didominasi oleh pegunungan ternyata tidak membuat Gunung Kidul menjadi tertinggal. Justru potensi itulah yang kini tengah dikembangkan dan hasilnya sungguh luar biasa, sekarang berbagai obyek wisata baru berhasil diangkat dan langsung menjadi tujuan wisata favorit. Jika kamu selama ini mengenal Gunung Kidul hanya dari pantainya saja yang memang eksotis atau pun Goanya, nempaknya kamu perlu mencari informasi mengenai tempat wisata baru ini. Watu Giring Semanu begitulah tempat wisata ini dinamakan, uniknya Watu Giring ini awalnya merupakan tempat warga sekitar mencari tambang batu kapur namun lambat laun tempat ini ditinggalkan dan sekarang Watu Giring menjadi tempat wisata unggulan.

Berarti hanya bekas tambang ? Apa menariknya ? Ya, tempat ini memang hanya bekas tambang batu kapur namnun lihat dan buktikan sendiri bahwa tempat ini layak dijadikan obyek wisata. Batu - batu secara rapih tersususn menjadi anak tangga, naik turun di berbagai sisinya, terlihat familiar ? tentu saja kamu familiar karena sekilas Watu Giring menyerupai Punden Berundak peninggalan jaman Megalitikum.

Destinasi wisata Watu Giring ini merupakan obyek wisata yang masih terbilang baru, bahkan belum begitu gencar diberitakan. Obyek wisata Watu Giring menjadi terkenal karena beberapa wisatawan yang mengunggah foto - foto menakjubkan tempat ini ke dunia maya dan akhirnya membuat tempat ini menjadi terkenal. Sebagai destinasi wisata yang terbilang masih baru sehingga belum dikembangkan secara maksimal, bahkan pengunjung yang datang ke Watu Giring tidak dikenakan biaya masuk dan hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2000 serta sumbangan sukarela. Fasilitas yang ada di tempat ini juga belum optimal, hanya ada beberapa balai - balai atau kursi panjang dari bambu dan beberapa plakat dari masyarakat agar pengunjung berhati - hati.

Rute Menuju Watu Giring 


Sesuai dengan namanya, lokasi Watu Giring berada di Dusun Pacarejo, Desa Jelok, Kecamatan Semanu - Gunung Kidul. Tempat ini cukup mudah untuk ditemukan, kondisi jalannya pun relatif mudah. Menariknya, pengunjung bisa berkunjung ke destinasi wisata lain yang berdekatan dengan Watu Giring, yakni Cave Tubing Kali Suci, Wisata Kali Suci masih berada dalam satu wilayah dengan Watu Giring. Pengunjung bisa menempuh jalur Jogja - Wonosari kemudian ke arah Semanu. Sebelum Rumah Sakit Pelita Husada ambil jalan belok kanan lalu ikuti arah penunjuk jalan ke obyek wisata Watu Giring.

Rabu, 29 Maret 2017

Romantisme Senja Dibalik Lebatnya Pinus

tempat wisata menarik di pulau jawa


Dalam budaya masyarakat Korea, pohon pinus melambangkan cinta sejadi atau istilah kerenya Everlasting Love. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi itu melambangkan cinta sejati yang tidak bercabang - cabang, lurus sekaligus juga kokoh. Karena itu di beberapa Drama Korea seperti Winter Sonata dan My Sassy Girl, pohon pinus dijadikan simbol kisah cinta mereka. Nah jika kamu sedang PDKT dengan seseorang, tidak ada salahnya kamu ajak si Dia jalan - jalan ke hutan pinus. Selain bisa menemukan suasana yang nyaman dan tentram, kamu juga bisa berkisah tentang filosofi cinta ala pohon pinus.

Di daerah Jogja banyak hutan pinus, salah satu yang paling populer yaitu Hutan Pinus Mangunan, Imogiri, Bantul. Namun tahukah kamu ? Bahwa tidak jauh dari Hutan Pinus Mangunan terdapat pinus lain yang tidak kalah indahnya. Bahkan dari hutan pinus ini kamu bisa menyaksikan senja nan indah sekaligus romantis, tempat tersebut bernama Puncak Becici.

Tak jauh berbeda dengan Hutan Pinus Imogiri, hutan pinus yang dikenal dengan nama Hutan Sudimoro I atau mungkin ada yang mengenalnya dengan nama Becici Asri ini merupakan hutan lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan. Tanaman punus yang terdapat di hutan ini diambil getahnya guna dijadikan terpentin. Karena memiliki panorama nan elok di puncaknya, maka orang - orang berbondong - bondong datang ke Puncak Becici. Akhirnya Puncak Becici dikelola oleh warga setempat dan dijadikan salah satu destinasi wisata baru di dearah Jogja.


Gardu Pandang di Kawasan Hutan Pinus Becici

Perjalanan dari Jogja menuju ke Puncak Becici sangat menyenangkan dan memanjakan mata. Jalanan yang halus, semilir angin, deretan pohon yang berdiri dengan rapat mampu membuat siapa saja yang melewatinya tersenyum sumringah. Desiran angin yang menggoyangkan ranting-ranting pohon membuat kaki tak merasa lelah. Rimbunnya hutan pinus inilah yang mengakibatkan kamu tidak merasakan beratnya jalan kaki. Selain itu, kamu juga akan menjumpai kursi-kursi panjang dari kayu yang bisa kamu gunakan beristirahat. Gardu pandang yang dibangun diatas pohon juga menambah nyaman suasana.

Puncak Becici ini dikenal dengan panormanya nan indah. Kamu bisa melihat deretan pepohonan hijau yang tumbuh rapat-rapat dari ketinggian dengan view Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Tidak hanya itu, jika cuaca sedang cerah kamu akan melihat goresan air yang memanjang lurus, itulah garis pantai selatan. Keelokan lukisan Tuhan ini akan kamu jumpai setelah berjalan kaki sekitar 15 menit.
Kawasan Bantul lantai dua ini juga menyuguhkan hal yang spesial ketika sore menjelang. Sinar keemasan mewarnai langit dengan perpaduan gumpalan awan putih. Momen yang pas ketika kamu berada di atas gardu pandang ketika melihat sunset tiba. Puncak Becici ini menyediakan beberapa gardu pandang yang dapat kamu gunakan untuk melihat keindahan itu. Menikmati senja di hamparan hutan pinus bersama orang terkasih akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Menyapa Borobudur dari Bukit Pathuk Setumbu

Tempat wisata menarik di pulau jawa
Menikmati pagi yang hening dari puncak Bukit Puthuk Setumbu merupakan pembuka hari yang sempurna. Dari sini kamu bisa melihat kabut yang merayap menyelimuti Candi Borobudur merangkak naik, kemudian memudar tatkala sang mentari muncul dari balik punggung gunung.

Pernahkah kamu melihat Candi Borobudur yang diselimuti kabut tipis dikala fajar ? Terlihat mistis sekaligus eksotis, susunan batu - batu candi terlihat begitu kokoh sekaligus dingin dan angkuh. Jika kamu ingin menyaksikan pemandangan tersebut, kamu bisa datang ke Bukit Pathuk Setumbu dengan ketinggian 400 Meter yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur.

Sebelum dikembangkan menjadi kawasan wisata, dulunya Bukit Pathuk Setumbu hanyalah ladang biasa. Pak Parno adalah sosok yang secara tidak sengaja mengenalkan Bukit Pathuk Setumbu pada wisatawan. Beliau adalah seorang fotografer, beliau kerap mencari spot - spot eksotis untuk mengambil gambar. Beliau pun memotret Candi Borobudur dari Bukit Pathuk Setumbu, melihat foto yang breathtaking tersebut lantas orang - orang berbondong - bondong mencari tahu lokasi tempat Pak Parno mengambil gambar. Seiring berjalanya waktu Bukit Pathuk Setumbu pun semakin terkenal tidak hanya dikalangan para fotografer melainkan juga dikalangan para wisatawan.

Bukit Pathuk Setumbu menjadi lokasi favorit untuk menyaksikan matahari terbit atau lebih dikanal sunrise Candi Borobudur. Dengan biaya yang tidak terlalu mahal, kamu bisa melihat panorama pagi nan indah. Saat masih subuh lautan kabut dan kerlip lampu nan jauh menjadi pemandangan utama, siluet Gunung Merapi dan Gunung Merbabu nan gagah menjadi view nan menawan, dan Candi Borobudur pun terihat lelap dalam pelukan kabut.

Tips Mengunjungi Bukit Pathuk Setumbu
  • Perjalanan dari Kota Jogja hingga area parkir Bukit Pathuk Setumbu memakan waktu sekitar 1 - 1,5 jam perjalanan. Supaya tidak terlambat menyaksikan sunrise di Bukit Pathuk Setumbu, pastikan kamu berangkat pagi - pagi sekali sekitar pukul 03.30 hingga pukul 04.00 WIB. Semakin cepat kamu tiba di Bukit Pathuk Setumbu, semakin strategis pula posisi yang kamu dapatkan.
  • Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Pathuk Setumbu adalah musim kemarau, antara bulan Juni hingga Agustus, sebab jalanan tidak becek. Selain itu peluan kamu untuk menikmati sunrise yang lebih mempesona cukup besar.

Selasa, 28 Maret 2017

Romantisme di Bukit Parang Endog

Tempat wisata menarik di pulau jawa


Di Jogja ada beberapa tempat yang asyik untuk menikmati indahnya matahari tenggelam atau istilah kerennya sunset. Kamu mungkin pernah mendengar atau bahkan sering mendengar tentang indahnya sunset di Istana Ratu Boko atau Bukit Bintang. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang Bukit Parang Endog ?

Bukit Parang Endog merupakan sisi lain dari Jogja yang sangat pas atau cocok untuk menikmati keindahan senja. Mendengar namanya mungkin masih asing dan tidak terkenal seperti halnya Istana Ratu Boko atau Bukit Bintang. Namun, suasana sunset yang disajikan di Bukit Parang Endog tak kalah indahnya.

Dari Bukit Parang Endog kamu bisa menikmati indahnya sunset dengan latar belakang atau view laut selatan yang membentang luas. Lokasi Bukit Parang Endog ini sebenarnya tidak jauh dari Pantai Parang Tritis, pantai yang menjadi salah satu ikon pariwisata di Jogja. Lokasinya berada di sebelah timur Pantai Parang Tritis dan dari atas bukit ini kamu bisa melihat atau menyaksikan indahnya pantai - pantai yang satu garis dengan Pantai Parang Tritis, seperti Pantai Parang Kusumo dan Pantai Depok.